Tampilkan postingan dengan label Info Menarik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info Menarik. Tampilkan semua postingan

Kamis, 29 Januari 2015

Tips Diet Sehat untuk Mahasiswa dan Pelajar

Mayoritas pelajar/mahasiswa memang cenderung tidak memiliki banyak waktu untuk memikirkan pola hidup sehat. Apalagi untuk menjalankan diet, untuk itu kamu ikuti tips berikut ini:

Sebelumnya, ada penelitian yang menyebutkan pola makan mahasiswa cenderung tidak teratur dan mengarah pada masalah berat badan berlebih. Untuk mengatasinya, coba tips diet sehat untuk pelajar dan mahasiswa seperti yang dilansir dari NY Daily News (11/09) berikut ini.

Hindari Makan ala prasmanan
Hindari makan di warung atau restoran yang membolehkan pengunjung mengambil sendiri porsi makanannya. Sebab cara makan ala prasmanan ini jelas membuat seseorang kesulitan mengontrol porsi dalam skala wajar. Makan di Warteg bisa lebih menjaga pola makan  Anda dengan variasi menu yang bisa Anda pilih sendiri dengan porsi yang wajar. Tips memilih menu makan: porsi nasi cukup 1/2, pilih menu sayuran 1-2 jenis dan 1 lauk ayam atau ikan, sebaiknya hindari gorengan atau jika kamu masih ingin makan gorengan cukup 1 potong saja. Untuk minuman cukup dengan air putih dingin/es, sebisa mungkin hindari minuman yang mengandung gula (teh manis, softdrink, syrup, dsb)

Waktu makan
Pelajar atau mahasiswa sering melewatkan sarapan atau jadwal makan tertentu dengan alasan padatnya jadwal kuliah. Padahal warung penjual makanan tersedia di pagi hari dan bisa melayani bahkan sebelum jadwal kuliah dimulai. Jika tidak ingin berat badan bertambah, sebaiknya patuhi jadwal makan tiga kali sehari secara konsisten.

Terbiasa Ngemil
Selain melewatkan makan, kebiasaan ngemil juga identik dengan para pelajar dan mahasiswa sembari belajar. Memang agak susah menghilangkan kebiasaan yang satu ini. Namun cara terbaik untuk mengatasinya adalah mengganti jenis camilan yang lebih sehat seperti buah-buahan, fitbar atau cemilan bernutrisi.

Makan malam
Pelajar dan mahasiswa juga kerap nongkrong bersama teman-teman mereka hingga larut malam. Terjaga sampai tengah malam ini juga diikuti dengan kebiasaan makan yang tidak sehat. Jika tidak ingin mengalaminya, kurangi jadwal nongkrong dan hindari mengonsumsi makanan berat di tengah malam.

Level Stress
Tugas kuliah yang menumpuk tak pelak membuat mahasiswa dan pelajar mudah menjadi stress. Cara mudah mencegah gejala ini adalah dengan rutin berolahraga dan mengonsumsi makanan sehat. Jadi segala macam tantangan yang berasal dari sisi akademis bisa dihadapi dengan mudah. Berolahraga akan memberikan supply oksigen ke otak, memperlancar peredaran pembuluh darah, dan ini kan membuat kamu merasa lebih fresh, berstamina sepanjang hari, lebih fokus saat belajar dan melakukan aktifitas. 

Pada awalnya, kebiasaan tersebut di atas mungkin cukup susah dilakukan. Namun jangan sampai menyerah sebelum berusaha ya!

PACARAN DALAM PANDANGAN ISLAM

Pacaran , sebuah kata yang sangat menarik dan hangat untuk didiskusikan. Pro-kontra  mengenai pacaran sudah terjadi dari zaman dahulu sampai sekarang. Pertanyaan- pertanyaan pun  bermunculan : Boleh tidak sih , pacaran itu ? Bagaimana sih, berpacaran secara islami ? Nah, sebelum kita mengetahui jawabanya marilah kita lihat definisi tentang pacaran
Apa itu pacaran ? definisi tentang pacaran bermacam-macam dan berbeda-beda. Ada yang mengatakan bahwa pacaran adalah jalan bareng bersama orang yang kita sayangi,pendapat lain mengatakan berdua-duaan dengan orang yang kita cintai, sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia berpacaran adalah bercintaan atau berkasih-kasihan dengan pacar, dan pacar artinya adalah kekasih atau teman lawan jenis yang mempunyai hubungan berdasarkan cinta-kasih. Dari pendapat-pendapat di atas saya sebagai penulis menyimpulkan pacaran itu adalah proses saling mengenal dan keinginan untuk saling berbagi baik suka maupun duka antara lawan jenis atas dasar cinta.
Apa saja tujuan dari pacaran ? Untuk kalangan dewasa tujuan pacaran adalah untuk mencari kecocokan dan saling menguatkan kasih sayang sampai berlanjut ke jenjang pernikahan. Sedangkan di kalangan remaja tujuan pacaran hanya untuk gaya-gayaan dan suka-sukaan. ada juga yang berpacaran karena hanya ingin mempunyai teman curhat. dan parahnya ada juga yang berpacaran  hanya untuk melampiaskan nafsunya saja sehingga banyak terjadi pelecehan seksual dan kehamilan di luar nikah...Nauzdubillahimindzalik.
Bagaimana pandangan Islam mengenai pacaran ? Di dalam Islam tidak ada dalil baik hadist maupun ayat Al-Qur’an yang mengatakan pacaran itu tidak diperbolehkan tetapi juga tidak ada dalil yang mengatakan pacaran itu dianjurkan. Para ulama juga ada yang mengatakan diperbolehkan ada juga yangmelarang. Mereka yang memperbolehkan berpendapat bagaimana mana mungkin suatupernikahan tanpa didasari proses saling mengenal dan mencinta. Ada juga pendapat yang didasarkan hadist yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas Ra, ia berkata: Nabi SAW mengirim satu pasukan, lalu mereka memperoleh rampasan perang yang diantaranya terdapat seorang tawanan laki-laki. (sewaktu ditanya) ia menjawab”aku bukanlah dari golongan mereka (yang memusuhi nabi). Aku hanya jatuh cinta kepada seorang perempuan, lalu aku mengikutinya. Maka biarlah aku memandang dia (dan bertemu denganya), kemudian lakukanlah kepadaku apa yangkalian inginkan”. Lalu ia dipertemukan dengan wanita (Hubaisyi) yang tinggiberkulit coklat, lalu ia bersyair kepadanya,” wahai dara Hubaisyi, terimalah aku selagi hayat masih dikandung badan! Sudilah engkau kuikuti dan kutemui di suatu rumah mungil atau di lembah sempit antara dua gunung! Tidak benarkah orang yang dilanda asmara berjalan-jalan di kala senja, malam buta, dan siang bolong?” Lalu perempuan itu menjawab : “baiklah ku tebus dirimu”. Namun mereka(para sahabat itu) membawa pria itu dan menebas lehernya kemudian datanglah wanita itu, lalu ia jatuh diatasnya dan menarik nafas sekali dua kali, setelah itu ia juga meninggal. Setelah mereka bertemu Rasulullah SAW mereka memberitahukan kejadian tersebut, Beliau justru berkata : “Tidak adakah di antara kalian orangyang penyayang”.(HR. Tabrani dalam Majma’ az-Zawaid, 6 : 209). Sedangkan yang melarang didasari Qs. Al-Isra, 17 : 32  :“Dan janganlah kamu mendekati zina;sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk”. Keduanya mempunyai dasar yang kuat tetapi kedua dalil tersebut tidak berkenaan langsung dengan pacaran.
Dengan demikian pacaran bukanlah hal yang dianjurkan ataupun diharamkan melainkan perilaku yang dikategorikan sebagai hukum Mubahbi Syarth (boleh namun bersyarat), yaitu pacaran hanya sebatas komunikasi, serta saling memberikan motivasi-motivasi positif, selalu mengingatkan dalam kebaikan dan memiliki komitmen menjauhkan diri dari perbuatan zina.